KISAH KELAPARAN YANG MENIMPA PASUKAN AL-AMBAR
Pada bulan rajab tahun ke-8 Hijriyah,Nabi saw telah mengirim pasukan muslimin sebanyak 300 sahabat r.a. kesebuah tempat dekat laut, dibawah pimpinan Abu Ubaidah,r.a.Rasulullah saw hanya membekali mereka dengan sekarung kurma, mereka menetap disana selama lima belas hari,sedangkan persediaan makan telah habis. Qais r.a. salah seorang anggota pasukan, membeli Unta dari anggota pasukan lainnya, dengan perjanjian akan dibayar di Madinnah nantik. Unta itu disembelih . olehnya untuk mengatasi kelaparan mereka. Akhirnya mereka meyemblih tiga ekor Unta untuk makanan mereka setiap hari.
Pada hari ketiga pimpinan pasukan berpikir jika penyembelihan itu diteruskan, tentu mereka akan kesulitan kendaraan untuk pulang. Oleh sebab itu ,Abu Ubaidah.r.a menghentikan penyembelihan unta tersebut. Lalu ia menyiruh setiap orang untuk mengumpulkan kurmanya dalam sebuah karung.setiap hari sebuah kurma dibagikan kepada setiap orang. Mereka hanya mengulumnya dan menambahnya dengan air minum,tanpa memakan apa- apa lagi hingga malam hari. Mengatakannya memang mudah, tetapi dalam pertempuran yang sangat memerlukan tenaga dan kekuatan, mereka hanya memakan sebiji kurma setiap hari. Ini adalah urusan hati dan perasaan.
Ketika Jabir r.a. menceritakan hal ini, seseorang bertanya,” Bagaiman hanya dengan sebuah kurma setiap hari? “sahutnya” itu akan diketahui nilainya tatkala tidak ada yang tersisa. Sekarang, selain kelaparan tidak ada yang tertinggal.. Kami terpaksa memetik dedaunan kering dicampur dengan air,lalu kami makan.. Dalam keadaan terpakasa semua dapat dilakukan. Sesungguhnya Allah akan menganti setiap kesusahan dengan kemudahan. Setelah pasukan ini mengalami penderitaan yang sangat meyedihkan, tiba –tiba seekor ikan yang sangat besar terlempar dari laut dan terdampar. Dipantai didepan mata mereka. Ikan itu biasa disebut dengan ikan Ambar (ikan paus ). Demikian besar ikan itu sehingga walaupun terus menerus dimakan selama delapan belas hari,ikan itu tidak juga habis, bahkan mereka dapat membawa dagingnya ketika kembali ke Madinnah. Ketika peristiwa itu diceritakan kepada Rasulullah saw. Beliau berkata, “Ikan itu rezeki yang sengaja ditunkan Allah untuk kalian.”
FAEDAH
Penderitaan dan kesusahan dalam hidup adalah sesuatu yang biasa terjadi pada diri manusia. Terutama orang – orang yang dekat dengan Allah swt, mereka akan diberi penderitaan ini, untuk itulah Nabi saw bersabda “ Penderitaan yang terberat diberikan kepada Anbiya’ a.s. kemudian kepada orang-orang yang mulia dalam umat ini, kemudian yang lebih rendah lagi diturunka kepada orang yang keutamaannya lebih rendah dari yang kedua.”
Ujian akan diberikan kepada seseorang sesuai dengan ketaatannya dalam agama. Jika lebih dekat dengan Allah swt. Maka ujian akan lebih sulit lagi. Dan setiap selesai mengalami suatu kesusahan ,dengan rahmat dan kasih sayang Nya akan diiringi kemudahan. Hendaklah kita senantiasa berpikir betapa orang-orang terdahulu sangat bersusah payah itu semua semata –mata demi agama. Untuk menyebarka agama yang hari ini kita sia- siakan begitu saja. Mereka menderi kelaparan, memakan dedaunan ,dan menumpahkan darah ketika menyebar agama. Pada hari ini, bahkan menjaganya saja kita tidak mampu.
Senin, 18 Mei 2009
KISAH DUA ANAK ANSHAR YANG MEMBUNUH ABU JAHAL
KISAH DUA ANAK ANSHAR YANG MEMBUNUH ABU JAHAL
Abdurrahman bin Auf r.a.adalah seorang sahabat yang terkenal. Ia berkata,” Dalam perang Badar,ketika aku sedang berdiri dalam barisan perang, ku lihat disebelah kanan dan kiriku ada anak-anak kecil. Terlintas dalam pikiran ku, seandainya yang ada disisiku itu adalah orang dewasa yang kuat tentu lebih baik, karena ia dapat membantu jika diperlukan. Namun yang sekarang ada disisiku adalah dua anak kecil, bagaimana mungkin mereka dapat membantuku? Ketika aku sedang berpikir demikian ,salah seorang anak memegang tanganku dan bertanya,” Paman, kenalkah Paman dengan Abu Jahal?” Jawabku, ya aku mengenalnya,mau apa kalian dengannya?” Ia berkata “aku mendengar, ia selalu mencaci Rasulullah saw. Demi Allah yang nyawaku berada ditangan-Nya,jika aku melihatnya tentu aku tidak akan membiarkannya. Ia yang mati atau aku yang mati.” Aku sangat kaget mendengar jawabannya itu. Anak yang kedua pun bertanya seperti yang pertama,dan ia juga mengucapkan hal yang sama. Kebetulan ketika itu ku lihat Abu Jahal sedang berkeliling.. Aku berkata kepada kedua anak itu.” Lihat, orang yang kalian tanyakan sedang berjalan.” Mendengar ucapanku, kedua anak itu langsung menghunuskan pedangnya dan lari mendekati Abu Jahal. Dan ternyata, Abu Jahal dapat dijatuhkan oleh mereka berdua. “ ( Bukhari )
FAEDAH
Kedua anak itu adalah Mu’adz bin Amr bin Jamuh r.huma dan Mu’adz bin Afra r.a. Mu’adz bin Amr r.huma berkata,” Aku mendengar bahwa tidak ada orang yang dapat membunuh Abu Jahal. Ia dijaga dengan sangat ketat tetapi dalam pikiranku, akulah yang akan membunuhnya. “Kedua anak itu berjalan kaki, sedangkan Abu Jahal mengendarai kuda. Ketika Abdurrahman bin Auf r.a. melihatnya ia sedang mengatur barisan pasukannya. Kedua anak itu berlari mendekati Abu Jahal yang sedang berkuda.karena sulit menyerang Abu Jahal secara langsung, maka salah seorang anak itu menyerang kaki kuda yang ditunggangi oleh Abu Jahal, dan anak yang lainnya menyerang kaki Abu Jahal. Dengan serangan itu, kuda pun terjatuh dan Abu Jahal juga terjatuh tidak dapat berdiri lagi. Kedua sahabat kecil itu meninggalkan Abu Jahal dalam keadaan menggelepar tidak dapat berdiri. Kemudian saudara mereka, Mu’awwidz bin Afra r.a. pun datang dan semakin melukai Abu Jahal karena khawatir Abu Jahal bangun dan lari. Saat itu Abu Jahal belum terbunuh. Lalu datanglah Abdullah bin Mas’ud r.a yang langsung memenggal kepala Abu Jahal. Mu’adz bin Amr r. huma berkata, “ketika memotong kakinya, Ikrimah bin Abu Jahal sedang bersama ayahnya. Ia menyerang pundak ku sehingga tanganku terputus hanya tersisa sedikit kulit menempel kebadan. Kuletakan tanganku dipunggung, dan selama sehari penuh akuy berjuang dengan satu tangan saja. Ketika tangan tadi mulai merasa menggangu gerakanku. Maka ku injak tangan itu dengan kaki, lalu kutarik keras hingga terputus tanganku dan ku buang potongan tangan itu.’ (Khamis )
Abdurrahman bin Auf r.a.adalah seorang sahabat yang terkenal. Ia berkata,” Dalam perang Badar,ketika aku sedang berdiri dalam barisan perang, ku lihat disebelah kanan dan kiriku ada anak-anak kecil. Terlintas dalam pikiran ku, seandainya yang ada disisiku itu adalah orang dewasa yang kuat tentu lebih baik, karena ia dapat membantu jika diperlukan. Namun yang sekarang ada disisiku adalah dua anak kecil, bagaimana mungkin mereka dapat membantuku? Ketika aku sedang berpikir demikian ,salah seorang anak memegang tanganku dan bertanya,” Paman, kenalkah Paman dengan Abu Jahal?” Jawabku, ya aku mengenalnya,mau apa kalian dengannya?” Ia berkata “aku mendengar, ia selalu mencaci Rasulullah saw. Demi Allah yang nyawaku berada ditangan-Nya,jika aku melihatnya tentu aku tidak akan membiarkannya. Ia yang mati atau aku yang mati.” Aku sangat kaget mendengar jawabannya itu. Anak yang kedua pun bertanya seperti yang pertama,dan ia juga mengucapkan hal yang sama. Kebetulan ketika itu ku lihat Abu Jahal sedang berkeliling.. Aku berkata kepada kedua anak itu.” Lihat, orang yang kalian tanyakan sedang berjalan.” Mendengar ucapanku, kedua anak itu langsung menghunuskan pedangnya dan lari mendekati Abu Jahal. Dan ternyata, Abu Jahal dapat dijatuhkan oleh mereka berdua. “ ( Bukhari )
FAEDAH
Kedua anak itu adalah Mu’adz bin Amr bin Jamuh r.huma dan Mu’adz bin Afra r.a. Mu’adz bin Amr r.huma berkata,” Aku mendengar bahwa tidak ada orang yang dapat membunuh Abu Jahal. Ia dijaga dengan sangat ketat tetapi dalam pikiranku, akulah yang akan membunuhnya. “Kedua anak itu berjalan kaki, sedangkan Abu Jahal mengendarai kuda. Ketika Abdurrahman bin Auf r.a. melihatnya ia sedang mengatur barisan pasukannya. Kedua anak itu berlari mendekati Abu Jahal yang sedang berkuda.karena sulit menyerang Abu Jahal secara langsung, maka salah seorang anak itu menyerang kaki kuda yang ditunggangi oleh Abu Jahal, dan anak yang lainnya menyerang kaki Abu Jahal. Dengan serangan itu, kuda pun terjatuh dan Abu Jahal juga terjatuh tidak dapat berdiri lagi. Kedua sahabat kecil itu meninggalkan Abu Jahal dalam keadaan menggelepar tidak dapat berdiri. Kemudian saudara mereka, Mu’awwidz bin Afra r.a. pun datang dan semakin melukai Abu Jahal karena khawatir Abu Jahal bangun dan lari. Saat itu Abu Jahal belum terbunuh. Lalu datanglah Abdullah bin Mas’ud r.a yang langsung memenggal kepala Abu Jahal. Mu’adz bin Amr r. huma berkata, “ketika memotong kakinya, Ikrimah bin Abu Jahal sedang bersama ayahnya. Ia menyerang pundak ku sehingga tanganku terputus hanya tersisa sedikit kulit menempel kebadan. Kuletakan tanganku dipunggung, dan selama sehari penuh akuy berjuang dengan satu tangan saja. Ketika tangan tadi mulai merasa menggangu gerakanku. Maka ku injak tangan itu dengan kaki, lalu kutarik keras hingga terputus tanganku dan ku buang potongan tangan itu.’ (Khamis )
maaf khusus
Diriku levelnya, seperti rumput, yang biasa di injak-injak dan di makan bagi makluk yang menyukai, Saya memohon maaf atas segala keterbatasan dalam penyampaian risalah ini. Saya melalukannya dengan harapan akan dibangkitkan sebagai orang yang dimaksudkan oleh Rasulullah saw. Dalam sabdanya,
`Barang siapa memelihara untuk umatku empat puluh hadits tentang agamanya, maka Allah akan membangkitkannya dalam golongan orang-orang yang mengerti masalah agama, dan akan menjadi pemberi safaat dan menjadi saksi untuknya hari Kiamat.
Al-Qami rah.a. berkata,`Maksud memelihara adalah` menjaga sesuatu dan memeliharanya dari kehilangan, baik dengan jalan menghafalnya di dalam hati atau dengan cara lain. Dengan demikian,meskipun menjaganya di dalam tulisan kemudian menyebarkannya kepada manusia, itupun termasuk dalam golongan yang dijanjikan dalam hadits diatas.`Al-Munawi rah.a. berkata bahwa memelihara untuk umatku` ialah meriwayatkan hadits disertai takhrij dan isnadnya. Ada juga yang mengatakan bahwa maksudnya adalah menyampaikan kepada kaum muslimin,walaupun ia tidak menghafalkan atau tidak mengetahui maknanya. Dan perkataan `empat puluh hadits` itu termasuk hadits-hadits shahih, hasan, atau haits-hadits dhaif, yang dapat diamalkan karena fadhailnya.`
Allahu Akbar. Kepunyaan Allah swt. Semua kemudahan dalam Islam, dan kepunyaan Allah swt. Segala kemurahan bagi pemeluknya yang sungguh-sungguh menakjubkan. Alim ulama sudah mencoba untuk menerangkan hal-hal yang tersirat. Semoga Allah selalu memberikan kepada kita kesempurnaan di dalam Islam. Ada satu perkara yang ingin saya sampaikan, bahwa dalam penulisan saya merujuk kepada hadits-hadits yang tertulis di dalam (Himpunan Fadhilah Amal, Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi Rah. a).
Dapatlah kita membuktikan kebenaran cerita dibawah ini, bila dengan berat hati kita mau menyebarkan cerita-cerita seperti dibawah ini, kepada siapa saja yang berdiri, melata, dan melayang dimuka bumi ini.
KISAH ISLAMNYA BILAL BIN RABAH AL-HABSYI R.a . DAN PENDERITAANYA
Bilal Al- Habsyi adalah sahabat yang mansyur.Ia muadzim teteap masjid Nabawi.pada mulanya ia adalah seorang budak milik orang kafir,kemudian ia memeluk Islam, yang menyebabkan ia banyak menerima berbagai siksaan.
Umyyah bin Khalaf adalah seorang kafir yang sangat memusuhi Islam ia membaringkan Bilal diatas padang pasir yang sangat panas diterik matahari seraya meletakan batu besar didadanya,sehingga Bilal sulit bergerak sedikitpun. Lalu dikatakan padanya..” Apakah kamu siap mati seperti ini atau tetap hidup dengan syarat kamu meninggalakan Islam?”Bilal tetap berkata Ahad, Ahad ( hanya satunya berhak disembah ). “ pada malam hari ia dirantai dan dicambuk terus menerus sehingga badannya penuh luka.dan pada esok harinya dengan luka itu dijemur kembali dipadang pasir yang panas sehingga lukanya semakin parah, Tuannya berharap ia akan meninggalkan Islam atau mati pelahan dengan cara tersebut. Orang yang menyiksak Bilal r.a. silih berganti, kadangkala Abu Jalal atau Umayyah bin Khalaf, bahkan orang lainpun ikut menyiksanya. Setiap orang berusa menyiksanya dengan lebih berat. Ketika Abu Bakar r.a. melihat hal itu ia menebusnyadan segera memerdekakannya.
FAEDAH
Orang- orang Arab Musyrik telah menjadikan berhala sebagai sesembahan mereka .dan sebagai lawannya, Islam mengajari tauhid hanya kepada Allah swt. Inilah yang menyebabkan dari lisan Bilal r.a. selalu terucap Ahad, Ahad, karena hubungan dan cintanya tinggi terhadap Allh swt. Sekarang kita banyak melihat cinta yang palsu.. Seseorang yang dicintai tentu akan merasa nikamat bila disebut namanya, kadang kala tanpa tujuan yang jelas namanya akan disebut- sebut. Lalu bagaimana cinta kepada Allah swt? Yang pasti akan berguna didunia dan diakhirat. Cinta itulah yang membuat Bilal r.a rela disiksa, sehingga penderitaan demi penderitaan menimpanya. Meskipun para pemuda kafir Makkah menggiring dan menghinanya dijalan- jalan ,ia terus berkata, Ahad…..,Ahad…, inilah kehidupan yang pernah dialaminya sampai nabi saw, menjadikannya sebagai muadzin yang selalu berhidmat mengumandankan adzan, baik ketika tinggal maupun ketika dalam perjalananan. Setelah Nabi wafat ia tetap tinggal di Madinah thayyibah, hanya saja ia tidak tahan melihat tempat Nabi saw yang telah kosong. Sehingga ia berniat menghabiskan sisa hidupnya untuk berjihad dan beberapa lama ia tidaka akan kembali ke Madinah.
Suatu ketika ia bermimpi berjumpa dengan Rasulullah saw. Beliau bersabda,” Wahai Bilal, betapa zhalimnya kamu sehingga kamu tidak menziarahiku.” Begitu bangun dari mimpinya ia segera pergi ke Madinnah. Setibanya disana, Hasan dan Husain r. huma memintanya mengumandankan Azdan. Ia tidak dapat menolak permintaan orang-orang yang sangat dicintainya itu. Ketika mulai Adzan terdengarlah sura adzan seperti masa hidup Rasulullah saw. Suara itu sangat meyentuh hati orang- orang yang mendengarnya sehinga para wanita keluar dari rumah dengan meneteskan air mata.ia tinggal beberapa hari di Madinnah,lalu kembali ke Damsyik,dan wafat pada tahun ke-20 hijriyah.(Usudul- Ghabah)
`Barang siapa memelihara untuk umatku empat puluh hadits tentang agamanya, maka Allah akan membangkitkannya dalam golongan orang-orang yang mengerti masalah agama, dan akan menjadi pemberi safaat dan menjadi saksi untuknya hari Kiamat.
Al-Qami rah.a. berkata,`Maksud memelihara adalah` menjaga sesuatu dan memeliharanya dari kehilangan, baik dengan jalan menghafalnya di dalam hati atau dengan cara lain. Dengan demikian,meskipun menjaganya di dalam tulisan kemudian menyebarkannya kepada manusia, itupun termasuk dalam golongan yang dijanjikan dalam hadits diatas.`Al-Munawi rah.a. berkata bahwa memelihara untuk umatku` ialah meriwayatkan hadits disertai takhrij dan isnadnya. Ada juga yang mengatakan bahwa maksudnya adalah menyampaikan kepada kaum muslimin,walaupun ia tidak menghafalkan atau tidak mengetahui maknanya. Dan perkataan `empat puluh hadits` itu termasuk hadits-hadits shahih, hasan, atau haits-hadits dhaif, yang dapat diamalkan karena fadhailnya.`
Allahu Akbar. Kepunyaan Allah swt. Semua kemudahan dalam Islam, dan kepunyaan Allah swt. Segala kemurahan bagi pemeluknya yang sungguh-sungguh menakjubkan. Alim ulama sudah mencoba untuk menerangkan hal-hal yang tersirat. Semoga Allah selalu memberikan kepada kita kesempurnaan di dalam Islam. Ada satu perkara yang ingin saya sampaikan, bahwa dalam penulisan saya merujuk kepada hadits-hadits yang tertulis di dalam (Himpunan Fadhilah Amal, Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi Rah. a).
Dapatlah kita membuktikan kebenaran cerita dibawah ini, bila dengan berat hati kita mau menyebarkan cerita-cerita seperti dibawah ini, kepada siapa saja yang berdiri, melata, dan melayang dimuka bumi ini.
KISAH ISLAMNYA BILAL BIN RABAH AL-HABSYI R.a . DAN PENDERITAANYA
Bilal Al- Habsyi adalah sahabat yang mansyur.Ia muadzim teteap masjid Nabawi.pada mulanya ia adalah seorang budak milik orang kafir,kemudian ia memeluk Islam, yang menyebabkan ia banyak menerima berbagai siksaan.
Umyyah bin Khalaf adalah seorang kafir yang sangat memusuhi Islam ia membaringkan Bilal diatas padang pasir yang sangat panas diterik matahari seraya meletakan batu besar didadanya,sehingga Bilal sulit bergerak sedikitpun. Lalu dikatakan padanya..” Apakah kamu siap mati seperti ini atau tetap hidup dengan syarat kamu meninggalakan Islam?”Bilal tetap berkata Ahad, Ahad ( hanya satunya berhak disembah ). “ pada malam hari ia dirantai dan dicambuk terus menerus sehingga badannya penuh luka.dan pada esok harinya dengan luka itu dijemur kembali dipadang pasir yang panas sehingga lukanya semakin parah, Tuannya berharap ia akan meninggalkan Islam atau mati pelahan dengan cara tersebut. Orang yang menyiksak Bilal r.a. silih berganti, kadangkala Abu Jalal atau Umayyah bin Khalaf, bahkan orang lainpun ikut menyiksanya. Setiap orang berusa menyiksanya dengan lebih berat. Ketika Abu Bakar r.a. melihat hal itu ia menebusnyadan segera memerdekakannya.
FAEDAH
Orang- orang Arab Musyrik telah menjadikan berhala sebagai sesembahan mereka .dan sebagai lawannya, Islam mengajari tauhid hanya kepada Allah swt. Inilah yang menyebabkan dari lisan Bilal r.a. selalu terucap Ahad, Ahad, karena hubungan dan cintanya tinggi terhadap Allh swt. Sekarang kita banyak melihat cinta yang palsu.. Seseorang yang dicintai tentu akan merasa nikamat bila disebut namanya, kadang kala tanpa tujuan yang jelas namanya akan disebut- sebut. Lalu bagaimana cinta kepada Allah swt? Yang pasti akan berguna didunia dan diakhirat. Cinta itulah yang membuat Bilal r.a rela disiksa, sehingga penderitaan demi penderitaan menimpanya. Meskipun para pemuda kafir Makkah menggiring dan menghinanya dijalan- jalan ,ia terus berkata, Ahad…..,Ahad…, inilah kehidupan yang pernah dialaminya sampai nabi saw, menjadikannya sebagai muadzin yang selalu berhidmat mengumandankan adzan, baik ketika tinggal maupun ketika dalam perjalananan. Setelah Nabi wafat ia tetap tinggal di Madinah thayyibah, hanya saja ia tidak tahan melihat tempat Nabi saw yang telah kosong. Sehingga ia berniat menghabiskan sisa hidupnya untuk berjihad dan beberapa lama ia tidaka akan kembali ke Madinah.
Suatu ketika ia bermimpi berjumpa dengan Rasulullah saw. Beliau bersabda,” Wahai Bilal, betapa zhalimnya kamu sehingga kamu tidak menziarahiku.” Begitu bangun dari mimpinya ia segera pergi ke Madinnah. Setibanya disana, Hasan dan Husain r. huma memintanya mengumandankan Azdan. Ia tidak dapat menolak permintaan orang-orang yang sangat dicintainya itu. Ketika mulai Adzan terdengarlah sura adzan seperti masa hidup Rasulullah saw. Suara itu sangat meyentuh hati orang- orang yang mendengarnya sehinga para wanita keluar dari rumah dengan meneteskan air mata.ia tinggal beberapa hari di Madinnah,lalu kembali ke Damsyik,dan wafat pada tahun ke-20 hijriyah.(Usudul- Ghabah)
KEUTAMAAN RAMADHAN
KEUTAMAAN RAMADHAN
HADITS KE-1
Dari Salman r.a., ia berkata,” Pada akhir bulan Sya’ban, rasulullah saw berkhutbah kepada kami. Beliau bersabda,” Wahai manusia, telah dekat kepada mu bulan yang agung lagi penuh berkah, Bulannya didalannya terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seri bulan. Bulan yang didalamnya Allah menjadikan puasa sebagai fardhu dan bangun malam sebagai sunnah. Barang siapa mendekatkan diri didalamnya dengan beramal sunnah maka, (pahalanya ) seperti orang yang beramal fardhu pada bulanlainnya. Dan barang siapa beramal fardhu didalamnya, maka pahalanya seperti orang yang beramal tujuh puluh amalan fardhu pada bulan lainnya. Inilah bulan kesabaran, dan pahala sabar adalah surga. Inilah bulan kasih saying, bulan saat rezeki seorang mukmin ditambah. Barang siapa memberi makanan berbuaka kepada orang yang berpuasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa mengurangi pahala orang itu sedikitpun.’ Mereka berkata,” Ya Rasulullah, tidak setiap kami memiliki untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.’ Beliau bersabda,” Allah memberi pahala kepada orang yang menberi makanan untuk orang yang berbuka puasa; meskipun sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu. Inilah bulan yang awalnya penuh rahmat, tengahnya penuh ampunan, dan akhirnya kebebasan dari api neraka. Barang siapa meringankan beban hamba- hamba sahayanya pada bulan itu, maka Allah akan menggampuninya dan membebaskannya dari api neraka. Perbanyaklah empat amalan pada bulan itu. Dua diantaranya menyenangkan tuhannya, dan dua lainnya kamu pasti memerlukannya.
Adapun dua perkara yang dengannya kamu menyenangkan Tuhanmu adalah: bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan kamu memohon ampunan kepada-Nya. Dan dua perkara yang pasti kamu memerlukannya adalah: kamu memohon surga kepada Allah dan kamu berlindung kepada-Nya dari api neraka. Barang siapa memberi minum kepada orang yang berpuasa, maka Allah akan memeberinya seteguk minum dari telagaku yang ia tidak akan haus hingga ia masuk surga. “ ( Ibnu Khuzaimah, Baihaqi, Ibnu Hibban ).
HADITS KE-1
Dari Salman r.a., ia berkata,” Pada akhir bulan Sya’ban, rasulullah saw berkhutbah kepada kami. Beliau bersabda,” Wahai manusia, telah dekat kepada mu bulan yang agung lagi penuh berkah, Bulannya didalannya terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seri bulan. Bulan yang didalamnya Allah menjadikan puasa sebagai fardhu dan bangun malam sebagai sunnah. Barang siapa mendekatkan diri didalamnya dengan beramal sunnah maka, (pahalanya ) seperti orang yang beramal fardhu pada bulanlainnya. Dan barang siapa beramal fardhu didalamnya, maka pahalanya seperti orang yang beramal tujuh puluh amalan fardhu pada bulan lainnya. Inilah bulan kesabaran, dan pahala sabar adalah surga. Inilah bulan kasih saying, bulan saat rezeki seorang mukmin ditambah. Barang siapa memberi makanan berbuaka kepada orang yang berpuasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa mengurangi pahala orang itu sedikitpun.’ Mereka berkata,” Ya Rasulullah, tidak setiap kami memiliki untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.’ Beliau bersabda,” Allah memberi pahala kepada orang yang menberi makanan untuk orang yang berbuka puasa; meskipun sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu. Inilah bulan yang awalnya penuh rahmat, tengahnya penuh ampunan, dan akhirnya kebebasan dari api neraka. Barang siapa meringankan beban hamba- hamba sahayanya pada bulan itu, maka Allah akan menggampuninya dan membebaskannya dari api neraka. Perbanyaklah empat amalan pada bulan itu. Dua diantaranya menyenangkan tuhannya, dan dua lainnya kamu pasti memerlukannya.
Adapun dua perkara yang dengannya kamu menyenangkan Tuhanmu adalah: bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan kamu memohon ampunan kepada-Nya. Dan dua perkara yang pasti kamu memerlukannya adalah: kamu memohon surga kepada Allah dan kamu berlindung kepada-Nya dari api neraka. Barang siapa memberi minum kepada orang yang berpuasa, maka Allah akan memeberinya seteguk minum dari telagaku yang ia tidak akan haus hingga ia masuk surga. “ ( Ibnu Khuzaimah, Baihaqi, Ibnu Hibban ).
FAEDAH
Hadits diatas dibahas oleh sebahagian ahli hadits karena kelemahannya. Namun karena hadits ini mengenai Fadhilah amal, maka kelemahan seperti itu masih dapat diterima. Juga karena hadits banyak dikuat kan oleh hadits- hadits lainnya, maka hadits ini dapat diterima.
Ada beberapa hal yang dapat kita ketahui dari hadits diatas. Pertama, betapa besar perhatian Nabi saw, sehingga secara khusus beliau berkhutbah pada akhir bulan sya,ban,menasehati dan memperingatkan manusia agar jangan melalaikan bulan Ramadhan walaupun hanya satu detik. Dalam nasihatnya, beliau menjelaskan dengan panjang lebar keutaman bulan Ramadhan kemudian memberikan beberapa petunjuk yang penting untuk diperhatiakan. Pertama, hakikat Lailatul, Qadar sebagai malam yang sangat penting. Penjelasan akan dipaparkan dalam pasal kedua risalah ini ( BERSAMBUNG )
Hadits diatas dibahas oleh sebahagian ahli hadits karena kelemahannya. Namun karena hadits ini mengenai Fadhilah amal, maka kelemahan seperti itu masih dapat diterima. Juga karena hadits banyak dikuat kan oleh hadits- hadits lainnya, maka hadits ini dapat diterima.
Ada beberapa hal yang dapat kita ketahui dari hadits diatas. Pertama, betapa besar perhatian Nabi saw, sehingga secara khusus beliau berkhutbah pada akhir bulan sya,ban,menasehati dan memperingatkan manusia agar jangan melalaikan bulan Ramadhan walaupun hanya satu detik. Dalam nasihatnya, beliau menjelaskan dengan panjang lebar keutaman bulan Ramadhan kemudian memberikan beberapa petunjuk yang penting untuk diperhatiakan. Pertama, hakikat Lailatul, Qadar sebagai malam yang sangat penting. Penjelasan akan dipaparkan dalam pasal kedua risalah ini ( BERSAMBUNG )
Minggu, 17 Mei 2009
AYO BURUAN PESAN











"Benda" tercepat di darat Lamborghini Reventon adalah mobil tercepat di dunia, mengalahkan rekor yang selama ini dipegang oleh Bugati Veyron. Sebagai perbandingan, jika mobil ini dalam kondisi diam dan ada sebuah mobil Bugati Veyron melintas di sebelahnya dengan kecepatan 120 km/jam, maka Lamborghini Reventon akan menyusulnya dan mencapai kecepatan 300 km/jam lebih dulu hanya dengan satu kali menginjak pedal gas. (30 menit aja udah keluar Tol Pasteur nih) Mobil ini terinspirasi dari pesawat tempur Stealth dan menggunakan material body yang sama dengan pesawat tersebut, sehingga mobil ini tidak menggunakan cat sama sekali (hanya tersedia 1 warna saja). Proses keseluruhan pembuatan mobil ini dikerjakan dengan tangan dan hanya dibuat dengan sangat-sangat terbatas, hanya tersedia 20 unit saja di seluruh dunia. Ayo !!! Gue udah pesen satu. Siapa lagi berikutnya ?
Langganan:
Postingan (Atom)